Ranu Grati (Geoheritage)
Penulis :
Spesifikasi :
Description
Dalam periodisasi sejarah perkembangan kerajaan, keberadaan Petirtaan Ranu Grati kini disebut Ranu Grati saja, telah teridentifikasi oleh penulis lewat kajian Pustaka Sejarah perkembangan Asal-Usul Leluhur Orang Jawa Dwipa. Dalam buku ini disusun berdasarkan kitab-kitab Jawa kuno dengan sumber utama serat pustaka raja purwa. Kitab ini adalah karya Pujangga Agung Raden Ngabehi Ronggowarsito.
Di samping itu juga dilengkapi dengan kitab sejarah Jawa, yaitu “Babad Tanah Jawi”. Buku ini dikonversi dalam bentuk prosa liris oleh Carik Tumenggung Tirtowiguno (Carik Braja) atas perintah Pakubuwana III.
Dalam kajian Pustaka Babad Tanah jawi jilid 1 dan dikorelasi Serat Negarakertagama oleh Mpu papanca. Penulis membatasi kajiannya secara kronologis mulai dari; Kalingga 2 (Kraton-Pasuruan) 733 M–928 M, Medang Kamulan 929 M–947 M, Kahuripan 1019 M–1045 M, Kediri 1045 M–1222 M, Singasari 1223 M–1292 M, Awal Majapahit 1293 M–1456M, Majapahit-Wengker 1456 M–1466 M, Kesultanan Demak Bintoro 1500 M–1582 M, Mataram Islam-Hindia Belanda & Jepang 1613 M–1945 M, Kemerdekaan RI 1945 M–1950 M.
Kini Petirtaan Ranu Grati tiada sakral lagi. Sebab keberadaan Pure Yadnya lenyap tapa bekas. Tinggal Ranu Grati yang dapat diidentifikasi oleh Gunadi Kasnowihardjo (tim arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta), sejak Zaman neolitikum adalah zaman batu muda yang merupakan bagian dari zaman pra-aksara. Neolitikum merupakan periode yang terjadi 4.500 sampai 2.500 Sebelum Masehi. Ciri-ciri zaman neolitikum yaitu alat-alat batu sudah diasah dan dihias. Tempat tinggal manusianya sudah menetap. Perubahan dari food gathering ke food producing. Masyarakatnya mengenal bercocok tanam dan beternak. Ditemukannya kebudayaan kapak lonjong dan kapak persegi. Masyarakatnya telah mengenal kepercayaan.
Ranu Grati menjadikan Geopark Kabupaten Pasuruan sebagai sarana konservasi, pendidikan, interpretasi, dan pariwisata berbasis alam.
